Rabu, 11 Februari 2009

Ada apa dengan Indonesia ?

Ada apa dengan Indonesia ?
Seiring dengan pemilu 2009, makin banyak caleg dari berbagai macam partai yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, menjadi Presiden, dan sebagainya, para calon petinggi negara ini hanya memberikan janji-janji palsu kepada masyarakat. Kebanyakan dari petinggi negara ini akan berakhir di KPK, di kantor polisi, dan lain lain. Jalan-jalan di kota dipenuhi oleh spanduk-spanduk para caleg, spanduk-spanduk memenuhi tiang listrik dan batang pohaon sampai tidak ada celah yang kosong sama sekali. Harga spanduk-spanduk tersebut pun past tidak murah, harganya mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah, bayangkan harga tersebut dikalikan dengan jumlah spanduk yang kita lihat sekarang. Untuk sebuah pemilu, suatu partai harus menghabiskan milyaran rupiah, tidak sedikit caleg yang stres berat akibat kalah dalam pemilu, ada yang sampai masuk rumah sakit jiwa karena harus menanggung pengeluaran yang sangat banyak. Lebih baik dana yang dikeluarkan untuk membuat spanduk tersebut dipakai untuk hal hal yang lebih penting, seperti memberi bantuan kepada para fakir miskin dan anak yatim. Cara itu lebih bermanfaat untuk membuat negara ini maju. Masalah pemilu di indonesia bukan hanya ada di spanduk, tetapi juga para pendukung para calon petinggi negara yang selalu anarkis ketika calon yang mereka pilih kalah dalam pemilihan. Masyarakat indonesia yang katanya “masyarakat demokarasi” ternyata sangat berbeda dengan kenyataan yang kita alami sekarang. Pendidikan yang kurang dapat menjadi penyebab warga menjadi anarkis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar